
JAKARTA — Persaingan antar-event organizer (EO) dalam dunia perlombaan burung berkicau belakangan ini dinilai semakin ketat. Namun, di tengah persaingan tersebut, mulai muncul sejumlah persoalan yang memunculkan pertanyaan mengenai etika dan profesionalisme dalam membangun ekosistem lomba burung berkicau.
Salah satu kejadian yang menjadi sorotan adalah dikeluarkannya salah satu media dari grup WhatsApp milik sebuah EO setelah media tersebut membagikan atau share brosur lomba yang diselenggarakan oleh EO lain.
Peristiwa tersebut memunculkan berbagai tanggapan di kalangan kicau mania. Sebagian pihak menilai bahwa media seharusnya memiliki ruang untuk menyampaikan informasi berbagai agenda perlombaan kepada masyarakat, selama dilakukan secara proporsional dan tidak bermaksud merugikan pihak tertentu.
Di sisi lain, EO tentu memiliki kepentingan untuk membangun dan mempertahankan komunitas serta jaringan pendukungnya. Namun, ketika persaingan mulai berujung pada pembatasan penyebaran informasi atau pemutusan hubungan dengan media hanya karena mempublikasikan agenda EO lain, hal tersebut dinilai perlu menjadi bahan evaluasi bersama.
Media dalam dunia kicau memiliki peran penting sebagai penyampai informasi. Brosur lomba, jadwal event, daftar kelas, hingga hasil perlombaan menjadi bagian dari informasi yang dibutuhkan para kicau mania untuk menentukan event yang akan mereka ikuti.
Persaingan antar-EO sebenarnya merupakan hal yang wajar. Justru persaingan yang sehat dapat mendorong setiap penyelenggara untuk memberikan pelayanan terbaik, hadiah menarik, sistem penilaian yang profesional, juri yang kredibel, serta suasana lomba yang nyaman bagi peserta.
Yang menjadi persoalan adalah ketika persaingan berubah menjadi upaya saling membatasi, menjatuhkan, atau menganggap pihak lain sebagai ancaman.
“Bersaing boleh, tetapi jangan sampai mematikan ruang informasi dan kebebasan media untuk menyampaikan agenda kepada kicau mania.”
Dunia perlombaan burung berkicau pada akhirnya bukan hanya milik EO, tetapi juga milik peserta, pemilik burung, juri, komunitas, media, sponsor, dan seluruh kicau mania.
Karena itu, diperlukan kedewasaan bersama agar persaingan tetap berjalan secara sehat. Setiap EO memiliki hak untuk menentukan strategi dan komunitasnya masing-masing, tetapi semangat sportivitas seharusnya tidak hanya diterapkan di dalam arena lomba, melainkan juga dalam persaingan antarpenyelenggara.
Persaingan sehat akan melahirkan event yang semakin berkualitas. Sebaliknya, persaingan yang tidak sehat justru berpotensi memecah komunitas yang selama ini menjadi kekuatan utama dunia kicau.





